You are here: Home Belajar dari Pebisnis Hannie tak sekadar berkarya, tapi juga beribadah
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Hannie tak sekadar berkarya, tapi juga beribadah Print E-mail
Monday, 29 November 2010 18:37

Hannie Hananto tidak pernah menyangka, keikutsertaannya dalam lomba rancangan baju muslim pada 2004 dan menjadi juara kedua, berbuah manis. Wanita yang yang awalnya bekerja sebagai konsultan interior ini, akhirnya banting setir sebagai desainer baju muslimah yang memadukan corak atau motif batik dari seluruh nusantara.

Tiga tahun lalu, tak banyak desainer yang membuat baju muslimah menjadi tampak lebih modern, menarik, dan trendi. Buntutnya, kala itu, baju muslimah identik dengan model jadul alias zaman dulu, sehingga tidak ada style dan terkesan kolot atawa kuno.


Nah, dari situ, Hannie Hananto tergerak untuk mengubah imaji baju muslimah. "Saya lalu mendesain baju muslimah dengan corak etnik dan pola yang lebih rinci," kata perempuan yang dalam mendesain lebih menonjolkan sentuhan budaya tiap daerah yang ada di Indonesia.

Hannie memanfaatkan kekayaan motif kain batik Indonesia untuk dituangkan sebagai corak dan pola pada baju muslimah rancangannya, supaya terlihat lebih etnik dan bernilai seni.

Untuk mendapatkan motif-motif tradisional, Hannie sering hunting ke perpustakaan untuk melihat corak dari seluruh daerah di Tanah Air. Soalnya, "Kalau mengandalkan internet saja tidak cukup, di perpustakaan kan banyak buku tentang daerah. Dari situlah, saya dapat ide merancang corak atau motif untuk menjadi tren baru," tutur ibu dua anak ini.

Menurut Hannie, di setiap negara yang mayoritas penduduknya muslim punya model baju muslimah yang berbeda. Di Arab Saudi, misalnya, baju muslimahnya dikenal sebagai pakaian outer wear. Warna yang mendominasi adalah hitam dengan cutting lurus yang menutup seluruh tubuh.

Sementara, kaum muslimah di negara-negara Asia yang beriklim tropis, seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunai Darussalam, memakai baju muslimah bukan outer wear. Namun, tetap berkesan gamis dengan tambahan tunik dan cutting baju.

Hannie merancang baju muslimah yang memperlihatkan telapak hingga pergelangan tangan dengan motif tradisional dari Jawa, Toraja, dan Sumatra. Ada juga motif batik pesisir yang sudah mendapat pengaruh dari kebudayaan China. Ia juga menambahkan corak-corak lain, semisal, geometris, parang, benji, serta sawang.

Hasilnya, desain baju muslimah Hannie yang penuh nuansa etnik tersebut banyak diminati banyak orang, termasuk dari kalangan selebritis Indonesia. Sebut saja, Inneke Koesherawati dan Ria Gunawan.

Permintaan juga datang dari pelbagai daerah, misalnya, Yogyakarta, Solo, Cilegon, dan Malang. Juga dari beragam usia: tua dan muda, dan bermacam lapisan masyarakat: bawah, menengah, hingga atas.

Kaum muda juga mulai menyukai baju muslimah, khususnya sejak model busana ini bergeser lebih modern sejak tiga tahun lalu. Baju muslimah sekarang jauh dari kesan kolot.

Meski pesanan banyak mengalir, Hannie masih sedikit pesimistis, rancangan baju muslimah karyanya bisa menembus pasar ekspor. Sebab, "Model baju muslimah kita berbeda, saya pernah mengirim ke Malaysia dan responnya tidak terlalu bagus. Jadi, saya putuskan untuk fokus di dalam negeri saja dulu," ujar dia.

Tapi, Hannie yang enggan baju muslimah karyanya disamakan dengan industri fesyen, menyatakan, ketika mendesain dan menjual baju muslimah rancangannya, ia tidak pernah berpikir soal untung rugi. Sebab, ada hal yang lebih penting dari sekadar menghitung omzet. "Ini soal panggilan" kata Hannie "Saya mencintai Islam, budaya, dan seni Indonesia. Kecintaan itu kemudian saya aplikasikan ke dalam cara berpakaian muslimah," lanjutnya.

Makanya, setelah enam tahun mendesain baju muslimah dengan pola etnik, Hannie pun merasa ia tidak hanya sekadar berkarya, tapi juga ada unsur ibadah di dalamnya.

Baginya, baju muslimah bukan sebatas fesyen, tapi ada makna religius. Lantaran, berkerudung atau berjilbab merupakan aplikasi dari sebuah perwujudan muatan emosional yang memiliki sisi hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta.

sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/52994/Hannie-tak-sekadar-berkarya-tapi-juga-beribadah

 

Comments (0)add comment

Write comment

busy
 
Tumbuk
Nikmati Petualangan Hidup Anda Nikmati Petualangan Hidup Anda Setahun lebih tak bertemu, 3-4 Desember lalu alumi PEMF berkumpul kembali di pes...
 
Tausiyah
Mengisi Hidup di Dunia Mengisi Hidup di Dunia Jiwa kita (nafsu) telah mengarungi 3 fase kehidupan yang berbeda, yaitu fase keh...
 
Tumbuh
Meraih Mimpi Meraih Mimpi Bagi entrepreneur barangkali sulit menjadi entrepreneur hebat jika tidak pernah ...
 

Latest Comment

Belajar Melawan Korupsi dari K
smoga para pejabat kita bisa belajar seperti kholi
Aan, Sarjana Lele PEMF
Semoga mimpinya terwujud ya mas..jangan lupa kalau
Nikmati Petualangan Hidup Anda
Petualangan takan pernah berakhir disini teman..wu
Meraih Mimpi
Luar biasa..eehmm entrepeneurship inspirator yang
Pak Husen dan Liliuran
Walaupun rakyat kecil, tapi kalau senantiasa aktiv

Galeri

Pesantren
Alumni

Ayat Pilihan

"Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (TQS al-Fath [48] : 21)

Alamat Kami

Sektretariat Yayasan Pendidikan Miftahul Falah
Jl. Danau Poso 28 Pejompongan Jakarta Pusat 10210

Lokasi Pesantren Entrepreneur Miftahul Falah
Desa Sukamahi - Kecamatan Sukaresmi - Kabupaten Cianjur - Jawa Barat

Email : 
info@pesantrenpreneur.com