You are here: Home Berita Pendidikan Gagal Ciptakan Kader Mandiri dan Inovatif
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Pendidikan Gagal Ciptakan Kader Mandiri dan Inovatif Print E-mail
Monday, 27 December 2010 01:06

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA-Dunia pendidikan di Indonesia dinilai gagal menghasilkan kader yang memiliki jiwa kemandirian dan inovatif. Pendidikan di Indonesia hanya mencetak dan menyiapkan para karyawan dan kuli.

Demikian disampaikan oleh Direktur The Islamic College, Jakarta, Kholid Al Walid. " Sekolah-sekolah hanya mempersiapklan kuli semata dan bukan pemikir,"kata dia dalam Refleksi Akhir Tahun "Indonesia di Simpang Jalan", yang digelar The Islamic College, di Jakarta, Jumat (24/12)


Kholid mengungkapkan, kondisi ini diakibatkan oleh orientasi pragmatis yang melatarbelakangi tujuan belajar baik dari murid ataupun orangtua. Orientasi belajar lebih mengedepankan pekerjaan dan materi. Sehingga tak heran jika jurusan-jurusan non agama seperti kedokteran, akuntansi, ekonomi dan lainnya.

Sebaliknya, jurusan-jurusan agama sepi peminat bahkan pernah ada wacana fakultas Ushuluddin di berbagai kampus Islam sedianya akan ditutup. "Fakultas agama sepi peminat dan cenderung mati, ada indikasi seluruh fakultas ushuluddin mau dihilangkan padahal kita butuh para pemikir seperti Cak Nur dan Gus Dur,"kata dia.

Untuk itu, dikatakan Khalid, untuk memperbaiki dunia pendidikan di Indonesi butuh grand design yang menyangkut sistem, kurikulum, metode, dan konsep. Sebab kurikulum, kebijakan, dan sistem pendidikan berubah-ubah seiring bergantinya menteri. Selain itu, pemerintah perlu mempertimbangkan untuk memberlakukan politik pendidikan.

Politik pendidikan tak lain adalah langkah memberdayakan para alumni perguruan tinggi di Indonesia dan melibatkan mereka dalam perumusan kebijakan yang menyangkut maslahat bangsa dan negara. Hal tersebut diterapkan oleh Negara Jepang yang menjalin komunikasi intens dengan para alumni yang pernah belajar di sejumlah perguruan tinggi mereka."Indonesia selalu berkutat dengan diri sendiri,"kata dia.

sumber : republika.co.id

 

Comments (0)add comment

Write comment

busy
 
Tumbuk
Nikmati Petualangan Hidup Anda Nikmati Petualangan Hidup Anda Setahun lebih tak bertemu, 3-4 Desember lalu alumi PEMF berkumpul kembali di pes...
 
Tausiyah
Mengisi Hidup di Dunia Mengisi Hidup di Dunia Jiwa kita (nafsu) telah mengarungi 3 fase kehidupan yang berbeda, yaitu fase keh...
 
Tumbuh
Meraih Mimpi Meraih Mimpi Bagi entrepreneur barangkali sulit menjadi entrepreneur hebat jika tidak pernah ...
 

Latest Comment

Belajar Melawan Korupsi dari K
smoga para pejabat kita bisa belajar seperti kholi
Aan, Sarjana Lele PEMF
Semoga mimpinya terwujud ya mas..jangan lupa kalau
Nikmati Petualangan Hidup Anda
Petualangan takan pernah berakhir disini teman..wu
Meraih Mimpi
Luar biasa..eehmm entrepeneurship inspirator yang
Pak Husen dan Liliuran
Walaupun rakyat kecil, tapi kalau senantiasa aktiv

Galeri

Pesantren
Alumni

Ayat Pilihan

Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustaka pahala yang terbaik,maka kelak Kami akan menyiapkan baginya yang sukar. (TQS Al-Lail : 3-11)

Alamat Kami

Sektretariat Yayasan Pendidikan Miftahul Falah
Jl. Danau Poso 28 Pejompongan Jakarta Pusat 10210

Lokasi Pesantren Entrepreneur Miftahul Falah
Desa Sukamahi - Kecamatan Sukaresmi - Kabupaten Cianjur - Jawa Barat

Email : 
info@pesantrenpreneur.com