|
Tuesday, 16 November 2010 04:19 |
|

Jiwa kita (nafsu) telah mengarungi 3 fase kehidupan yang berbeda, yaitu fase kehidupan pada alam ruh, fase kehidupan di dalam rahim dan fase kehidupan dunia. Setelah kehidupan di dunia berakhir, kita akan mengarungi beberapa fase kehidupan lagi, yaitu kehidupan di alam kubur, kehidupan di padang mahsyar, pada hari perhitungan (yaumul hisab) dan kehidupan terakhir (akhirat) yang kekal selama-lamanya. Pada fase kehidupan di dunia ini jiwa manusia diwadahi oleh raga. Jiwa yang telah dilengkapi dengan aqal, hawa nafsu, naluri-naluri (ghoroo’iz), perasaan-perasaan (masyaa’ir) dan kecenderungan-kecenderungan (muyul), akan menggerakkan raga yang telah dielngkapi dengan indera. Manusia akan terdorong untuk beraktifitas karena ada tuntutan alamiah yang harus dipenuhinya yaitu kebutuhan raga (hajatun udlowiyah) dan kebutuhan naluri (ghorizah). |
|
|
Friday, 24 September 2010 05:45 |
|

Suatu perbuatan baru bisa dikatakan amal sholeh apabila memenuhi 2 syarat, yaitu: benar dan ikhlash. Benar berarti perbuatan itu harus sesuai dengan tuntunan Islam, karena kebenaran itu hanya berasal dari Allah, “Alhaqqu min rabbika fa laa takunanna minal mumtariin” artinya kebenaran itu berasal dari Allah maka jangan sekali-kali kalian menjadi bagian orang yang ragu-ragu. Seseorang tidak bisa dikatakan telah berbuat benar, apabila perbuatan itu telah dinilai salah oleh Allah, meskipun kebanyakan manusia beranggapan bahwa perbuatan tersebut benar. Sebaliknya tidak bisa dikatakan seseorang berbuat salah, jika perbuatan tersebut telah dinyatakan benar oleh Allah, meski sebagian besar manusia menyatakan bahwa perbuatan tersebut salah. |
|
Wednesday, 28 July 2010 07:41 |
|
Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW sedang duduk di Masjid bersama para sahabatnya. Tiba-tiba Nabi berseru, "akan datang penghuni surga." Serentak para sahabat memandang ke arah pintu. Ternyata datanglah seorang sahabat yang memberi salam pada mejelis Nabi lalu shalat. Keesokan harinya lagi, pada sitausi yang sama, Rasul berseru, "Akan datang penghuni surga." Tiba-tiba hadir dari arah pintu sahabat yang kemarin juga digelari Rasul penghuni surga.
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |