| Rahasia Rizki |
|
|
| Friday, 16 July 2010 02:28 | |||||
|
Jawabannya adalah, Allah swt memberikan kemampuan manusia untuk memilih rezeki halal atau haram, sedangkan orang-orang yang beriman tidak akan menjulurkan tangannya meraih rezeki yang haram. Jika ia dalam kesusahan, maka dia akan tetap bersabar dan selalu berusaha (ikhtiar) untuk meraih rezeki yang halal. “Wahai manusia, makanlah oleh kalian apa saja yang halal dan baik yang terdapat dibumi” (Qs. Al-Baqarah [2]: 168). Jika hari ini kita ditakdirkan memperoleh rezeki 100 ribu rupiah, maka ada 3 kemungkinan yang akan terjadi: Kita mencopet, maka kita akan memperoleh 100 ribu dan dosa Kita bekerja secara halal, maka kita akan memperoleh 100 ribu dan pahala. Kita duduk saja dirumah dan tiba-tiba saudara kita datang memberikan 100 ribu, maka kita akan memperoleh 100 ribu serta tanpa pahala dan dosa. Jumlah rezeki telah ditetapkan oleh Allah swt, tetapi proses mendapatkannya merupakan pilihan-pilihan yang diberikan kepada manusia dan penetapan pilihan ini yang akan dihisab oleh Allah swt. Jumlah rezeki tidak tergantung dari proses sebab-akibat yang dilakukan oleh manusia.
Sanggupkah kita menjadi Abdurrahman bin Auf?, dimana semua hartanya menjadi rezekinya. Untuk itu sekarang menjadi pilihan kita atas harta yang kita peroleh, memanfaatkannya dijalan Allah sehingga menjadi rezeki kita dan tabungan akhirat atau menjadi kotoran dan sampah. Orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang pintar memanfaatkan hartanya; membayar zakat, dakwah, naik haji, infaq untuk fakir miskin dan untuk ibadah lainnya. Pilihan kita untuk menentukannya, menjadikannya rezeki kita dan bermanfaat atau hanya sia-sia saja. Renungkanlah.
[Ir. Samsudin, MS ; Tenaga Ahli Pertanian Pesantren Entrepreneur Miftahul Falah]
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 1037 Comments (1)
![]()
Abang Idris
said:
|
|||||
|
... Subhanallah, semoga saya bisa seperti Abdurrahman bin Auf, dimudahkan dan diluaskan rizqi juga berkah kemudian beramal shaleh dengannya. Amiin. |
|
Nikmati Petualangan Hidup Anda
Setahun lebih tak bertemu, 3-4 Desember lalu alumi PEMF berkumpul kembali di pes...
Mengisi Hidup di Dunia
Jiwa kita (nafsu) telah mengarungi 3 fase kehidupan yang berbeda, yaitu fase keh...
Meraih Mimpi
Bagi entrepreneur barangkali sulit menjadi entrepreneur hebat jika tidak pernah ...
| Kabar dari Pondok |
| Berita |
| Ruang Karya Santri |
| Terapan |
| Kewirausahaan |
| Belajar dari Pebisnis |
| Jejak Peradaban Islam |
| Muhibah |
| Tumbuk |
| Tausiyah |
| Tumbuh |
| "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar." (TQS an-Nisaa [4] : 95) |
Sektretariat Yayasan Pendidikan Miftahul Falah
Jl. Danau Poso 28 Pejompongan Jakarta Pusat 10210
Lokasi Pesantren Entrepreneur Miftahul Falah
Desa Sukamahi - Kecamatan Sukaresmi - Kabupaten Cianjur - Jawa Barat
Email :
info@pesantrenpreneur.com