You are here: Home Tausiyah Beramal Shalih
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Beramal Shalih Print E-mail
Friday, 24 September 2010 05:45

Suatu perbuatan baru bisa dikatakan amal sholeh apabila memenuhi 2 syarat, yaitu: benar dan ikhlash. Benar berarti perbuatan itu harus sesuai dengan tuntunan Islam, karena kebenaran itu hanya berasal dari  Allah, “Alhaqqu min rabbika fa laa takunanna minal mumtariin” artinya kebenaran itu berasal dari Allah maka jangan sekali-kali kalian menjadi bagian orang yang ragu-ragu.

Seseorang tidak bisa dikatakan telah berbuat benar, apabila perbuatan itu telah dinilai salah oleh Allah, meskipun kebanyakan manusia beranggapan bahwa perbuatan tersebut benar. Sebaliknya tidak bisa dikatakan seseorang berbuat salah, jika perbuatan tersebut telah dinyatakan benar oleh Allah, meski sebagian besar manusia menyatakan bahwa perbuatan tersebut salah.

Sebagai contoh, seorang laki-laki yang bersepi-sepian dengan seorang wanita yang bukan isteri atau mahromnya, tetap dinilai telah berbuat salah meskipun menurut kebanyakan manusia dinilai benar dan tidak merugikan orang lain. Hal itu disebabkan karena Rasululloh SAW telah bersabda: ” barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka sekali-kali tidak boleh bersepi-sepian dengan seorang wanita kecuali ditemani mahromnya, karena yang ketiganya adalah syaitan”. Contoh lain, seorang yang mencari nafkah dengan cara riba, menurut Islam dinilai salah, meskipun masyarakat menganggap riba merupakan hal yang telah biasa, sebab Allah telah menyatakan “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.

Ikhlas berarti melakukan perbuatan didasarkan niat karena Allah. Kesadaran seseorang bahwa Allah menciptakan dirinya hanya untuk ibadah, “Tidaklah Aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku”, akan mendorong orang tersebut untuk melakukan semua perintah-perintah Allah dan menjauhi semua larangan- larangan-Nya. Oleh karena itu dasar dari ikhlash adalah iman. Maka orang-orang yang tidak beriman tidak akan mungkin bisa berbuat ikhlas, meskipun dia mengatakan: saya ikhlash.

Dua syarat itu merupakan keniscayaan untuk dipenuhi agar perbuatan yang kita lakukan dinilai sebagai amal sholih atau ibadah yang berhak untuk mendapatkan balasan pahala dari Allah. Imam Al-Fudloil bin Iyadl menyatakan “ sesungguhnya suatu amal meskipun benar tetapi mengerjakannya tidak ikhlash, maka tidak akan diterima, dan meskipun mengerjakannya ikhlash tetapi perbuatan itu tidak benar, maka tidak akan diterima, sampai terpenuhi ikhlash dan benar, ikhlash artinya karena Allah dan benar berarti sejalan dengan Sunnah”. Imam Sa’id bin Zubair berkata:” tidak akan diterima ucapan kecuali setelah dikerjakan, dan tidak diterima ucapan dan pekerjaan kecuali dengan niat, dan tidak diterima ucapan, pekerjaan dan niat kecuali jika sesuai dengan Sunnah”.

Supaya perbuatan kita selalu benar, maka kita harus terus belajar hukum-hukum Allah dengan mengkaji khasanah ilmu-ilmu Islam (tsaqofah islamiyyah). Karena bagaimana mungkin seseorang akan melakukan yang benar, kalau dia tidak tahu dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu ilmu dalam pandangan Islam sangat mulia dan tinggi derajatnya. Sementara itu agar perbuatan kita selalu ikhlash, maka kita harus terus memperkuat kesadaran hubungan kita dengan Allah (al-Idrok silah billah) melalui aktifitas ibadah-ibadah mahdloh sehari-hari, baik yang wajib maupun yang sunnah. Kita harus saling mengingatkan bahwa ikhlash merupakan kunci suatu perbuatan akan mendapatkan pahala dari Allah. Lebih-lebih bagi para ilmuwan, cendikiawan, ulama, para ustadz, para da’i yang terus menggali ilmu dan menyebarkan ilmu kepada manusia harus diingatkan bahwa itu semua akan sia-sia tanpa disertai keikhlasan. Sabda Rasulullah SAW “ barangsiapa menuntut ilmu untuk bersaing dengan ulama, dan untuk pamer kepada orang-orang bodoh dan untuk menarik perhatian manusia pada dirinya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka” . Na’udzubillahi min dzalika.


Samsudin A. Faqih, Dosen Pesantren Entrepreneur Miftahul Falah

Comments (0)add comment

Write comment

busy
 
Tumbuk
Nikmati Petualangan Hidup Anda Nikmati Petualangan Hidup Anda Setahun lebih tak bertemu, 3-4 Desember lalu alumi PEMF berkumpul kembali di pes...
 
Tausiyah
Mengisi Hidup di Dunia Mengisi Hidup di Dunia Jiwa kita (nafsu) telah mengarungi 3 fase kehidupan yang berbeda, yaitu fase keh...
 
Tumbuh
Meraih Mimpi Meraih Mimpi Bagi entrepreneur barangkali sulit menjadi entrepreneur hebat jika tidak pernah ...
 

Latest Comment

Belajar Melawan Korupsi dari K
smoga para pejabat kita bisa belajar seperti kholi
Aan, Sarjana Lele PEMF
Semoga mimpinya terwujud ya mas..jangan lupa kalau
Nikmati Petualangan Hidup Anda
Petualangan takan pernah berakhir disini teman..wu
Meraih Mimpi
Luar biasa..eehmm entrepeneurship inspirator yang
Pak Husen dan Liliuran
Walaupun rakyat kecil, tapi kalau senantiasa aktiv

Galeri

Pesantren
Alumni

Ayat Pilihan

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkannya." (TQS ath-Thalaq [65] : 2-3)

Alamat Kami

Sektretariat Yayasan Pendidikan Miftahul Falah
Jl. Danau Poso 28 Pejompongan Jakarta Pusat 10210

Lokasi Pesantren Entrepreneur Miftahul Falah
Desa Sukamahi - Kecamatan Sukaresmi - Kabupaten Cianjur - Jawa Barat

Email : 
info@pesantrenpreneur.com