You are here: Home Terapan Budidaya jeruk bali masih manis
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Budidaya jeruk bali masih manis Print E-mail
Monday, 29 November 2010 06:58

Jeruk bali merupakan jenis buah dengan nama latin Citrus maxima atau Citrus grandis. Jeruk berkulit tebal ini bernama pomelo di pasar internasional. Di Indonesia, buah ini banyak ditemui saat musim panen di bulan Juni hingga Agustus.

Sampai saat ini asal mula jeruk bali masih menjadi teka-teki. Namun yang pasti saat ini salah satu lokasi budidaya jeruk bali yang terkenal bukan Bali, melainkan Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Di Pati, warga menyebutnya jeruk bali madu. Karena rasanya yang manis, jeruk bali madu banyak dikonsumsi secara langsung.

Sukir, pembudidaya jeruk bali madu di Pati menuturkan, setiap tahun konsumsi jeruk bali madu terus mengalami peningkatan. "Kadang pasokan tidak bisa mencukupi seluruh permintaan," katanya. Selain di konsumsi langsung, ada juga yang memanfaatkan kulit jeruk bali untuk manisan.

Sukir memiliki lahan budidaya jeruk bali madu seluas kurang lebih 2 hektare dengan 350 pohon. Dari kebun jeruk bali, Sukir setiap kali panen mendapatkan total 15 ton jeruk bali. "Harga per kilo mencapai Rp 11.000," katanya. Hitung punya hitung, ia mengantongi duit penjualan sekitar Rp 165 juta sekali panen.

Harga jual jeruk bali madu, menurut Sukir terus meningkat setiap tahun. Sebagai pembanding, pertama kali memanen jeruk bali madu pada tahun 1989, Sukir menjual seharga Rp 500 per kilogram (kg).

Pada waktu itu, pangsa pasar jeruk bali madu hanya di pasar tradisional. Sedangkan saat ini pasarnya sudah mencapai mal dan pasar modern. "Pada tahun 2006 saya sudah mulai masuk ke mal," katanya. Berkat perluasan pasar seperti lewat pameran dan toko-toko buah besar, Sukir berhasil menikmati harga yang lebih stabil.

Peningkatan permintaan jeruk bali juga dikatakan Lily, penjual jeruk bali jenis nambangan dari perkebunan di Pacitan dan Ponorogo. Menurutnya jeruk bali hanya ada saat musim panen. "Sekitar bulan Juni hingga Agustus. Penjualan bisa mencapai lima truk," katanya.

Satu truk berisi sekitar seribu buah jeruk bali dengan harga Rp 6.000 per buah. Dengan harga itu, setiap kali panen Lily bisa mendapatkan omzet hingga sekitar Rp 30 juta.

Bahkan Achmad Jani Rudiyanto, pemilik CV Horti Prima di Bogor mengatakan dalam sepekan dirinya mendapat permintaan 1 ton jeruk bali. Pasokan jeruk dia dapatkan dari pengepul di Yogyakarta dan Klaten seharga Rp 10.000 hingga Rp 14.000 per kg. Ia lalu menjual kembali dengan harga sekitar Rp 17.500 untuk berat standar 1,5 kg.

Petani jeruk bali madu dari Pati yang lain, Suhadi, mengatakan walau hanya menanam di pekarangan seluas 25 m2, namun tiap pohon dia mampu memanen 10 kg hingga 20 kg.

Sehingga dengan lima pohon yang dimiliki, dia bisa memanen sekitar 60 kg. Sebab berat tiap buah jeruk berkulit tebal ini mulai dari 0,8 kg hingga 4,5 kg. "Saya menjual jeruk bali ini ke pengepul dengan harga rata-rata Rp 10.000 per kg," katanya.

Soal persaingan dengan jeruk bali impor, Sukir mengungkapkan bahwa selama ini jeruk bali atau pomelo dari Malaysia dan Hongkong dihargai lebih tinggi di pasaran. Hal itu karena citra jeruk impor yang lebih baik dibandingkan dengan jeruk lokal walau soal kualitas tidak kalah.

Terlebih lagi, saat ini pasokan jeruk bali dalam negeri sedang menurun. Kondisi cuaca yang kurang bagus membuat tanaman jeruk bali tidak berbuah. "Buah yang tumbuh pun kurang manis, ukurannya juga lebih kecil," kata Sukir.

 

Jeruk bali berumur panjang dan berbuah sepanjang tahun (2)

Pomelo atau jeruk bali termasuk buah musiman. Dalam setahun, para petani hanya melakukan panen raya hingga dua kali. Namun sebenarnya, selain musim panen raya, pohon pomelo masih bisa berbuah, walau jumlah terbatas.

Memilih jeruk bali yang manis gampang-gampang susah. Soalnya, kulit jeruk bali biasanya berwarna hijau atau kuning ketika matang. Untuk mengetahui jeruk tersebut manis, kita harus melihat isi daging buahnya.

Daging buah jeruk bali ada yang berwarna putih, namun ada juga yang berwarna kemerahan. Biasanya, jeruk bali yang berwarna kemerahan memiliki rasa lebih manis dibandingkan jeruk bali yang memiliki daging berwarna putih.

Nama jeruk bali hanya dikenal di Indonesia. Di negara lain, pomelo punya nama lain. Misalnya, di Filipina, penduduk setempat menyebutkanya suha atau lukban. Sedangkan, penduduk Thailand menyebutnya som-oh. Di Bangladesh, jeruk jumbo ini berjulukan jambura, dan masyarakat China mengenalnya sebagai youzi.

Di Indonesia, jeruk bali dibudidayakan dengan cara cangkok. Ini terutama untuk jenis jeruk bali yang tidak memiliki biji. Cara budidaya dengan cangkok dianggap lebih menguntungkan dibandingkan dengan penanaman secara biji atau stek, karena masa tanamnya yang lebih pendek.

Sukir, petani jeruk bali madu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengatakan, buah jeruk bali madu hasil budidaya di perkebunannya tidak memiliki biji.

Lantaran dibudidayakan dengan cangkok, Sukir berpesan, agar petani benar-benar memperhatikan bibit tanaman ini. Jangan sampai berasal dari tanaman induk yang terserang penyakit. "Bibit ini akan menentukan hasil panen dan kepanjangan umur," katanya.

Suhadi, petani jeruk asal di Pati, mengembangkan tanamannya jeruk bali dengan cara cangkok dan stek. "Tanaman ini relatif tahan banting, bisa bertahan tanpa pupuk dan air, yang penting terkena sinar matahari langsung," ujarnya.

Sukir yang sudah menanam jeruk bali madu sejak 1989 silam, menuturkan, jarak tanam antara satu pohon dengan pohon lain minimal 6 x 7 meter. Jarak itu dipakai dengan syarat lahan miring ke timur. Sementara untuk lahan rata atau miring ke barat, jarak tanam paling tidak 7 x 8 meter atau 8 x 8 meter.

Jarak tanam yang sangat lebar itu untuk mengantisipasi pertumbuhan pohon yang bisa mencapai ketinggian sekitar lima meter.

Selain itu, pertumbuhan ranting yang banyak menyamping juga akan mengurangi sinar matahari, makanya jarak antara satu pohon dengan pohon lainnya cukup jauh. "Sinar matahari yang kurang akan membuat hasilnya kurang bagus," ungkap Sukir.

Selain perlu sinar matahari yang banyak, pohon jeruk bali perlu dipupuk tiga kali dalam setahun. Sukir mencontohkan, selama ini, ia memberi pupuk kandang setahun sekali ketika sudah mulai musim kemarau antara Juni hingga September. Ketika musim hujan mulai atau sekitar Oktober dan November, dan pada Maret atawa April, Sukir menaburi pupuk NPK.

Suhadi menambahkan, petani juga perlu memperhatikan ancaman hama, seperti lalat buah dan kecabuk. "Kecabuk membuat warna buah menjadi hitam," ujar dia. Untuk mengatasinya, butuh pestisida dan methyl eugenol. Untuk lalat buah, petani hanya perlu menyediakan perangkap.

Sementara penyakit yang perlu diwaspadai, adalah diplogia basah dan kering. "Diplogia berimbas menurunkan produksi buah," kata Suhadi. Untuk mengobatinya, ia bilang, perlu olesan ramuan obat yang dinamakan bubur bordu atau bubur kalifornia ke bagian tanaman yang terserang penyakit.

Pohon jeruk bali akan aktif berbuah mulai tahun ketiga dari penanaman. "Di tahun ketiga itu, maksimal bisa berbuah mulai dari 5 jeruk hingga 25 jeruk," kata Sukir.
Ia menambahkan, kalau pohon terlalu banyak berbuah bisa kekurangan nutrisi. Jadi di awal-awal panen, pemangkasan perlu dilakukan kalau buah dirasa terlalu banyak.

Setiap tahun, jumlah panen akan bertambah seiring pertumbuhan pohon. Pohon jeruk bali akan menghasilkan buah maksimal di usia tujuh atau delapan tahun. Ketika itu, satu pohon bisa menghasilkan sekitar 400 hingga 500 buah dalam sekali panen.

Sukir menyatakan, pohon jeruk bali berusia cukup panjang. Pohon yang sudah berumur sekitar 23 tahun pun masih tetap berbuah. Selama ini, Sukir bisa memanen sebanyak dua kali dalam satu tahun, antara bulan Februari hingga Mei dan selama bulan Oktober sampai November.

Meski panen besar hanya berlangsung dua kali setahun, sejatinya pohon pomelo berbuah sepanjang tahun, walau jumlahnya tidak sebanyak ketika panen raya. "Per batang mungkin sekitar 15 atau 20 buah, paling banyak 50 buah," kata Sukir.

sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/53281/Budidaya-jeruk-bali-masih-manis

             http://peluangusaha.kontan.co.id/v2/read/peluangusaha/53391/Jeruk-bali-berumur-panjang-dan-berbuah-sepanjang-tahun-2

Comments (1)add comment

rizki said:

0
...
assalamu'alaikum . nama saya rizki ananda saya mau nanya ne tentang pencangkokan na da gx ...........
please help smilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gifsmilies/smiley.gif
 
December 17, 2010
Votes: +0

Write comment

busy
 
Tumbuk
Nikmati Petualangan Hidup Anda Nikmati Petualangan Hidup Anda Setahun lebih tak bertemu, 3-4 Desember lalu alumi PEMF berkumpul kembali di pes...
 
Tausiyah
Mengisi Hidup di Dunia Mengisi Hidup di Dunia Jiwa kita (nafsu) telah mengarungi 3 fase kehidupan yang berbeda, yaitu fase keh...
 
Tumbuh
Meraih Mimpi Meraih Mimpi Bagi entrepreneur barangkali sulit menjadi entrepreneur hebat jika tidak pernah ...
 

Latest Comment

Belajar Melawan Korupsi dari K
smoga para pejabat kita bisa belajar seperti kholi
Aan, Sarjana Lele PEMF
Semoga mimpinya terwujud ya mas..jangan lupa kalau
Nikmati Petualangan Hidup Anda
Petualangan takan pernah berakhir disini teman..wu
Meraih Mimpi
Luar biasa..eehmm entrepeneurship inspirator yang
Pak Husen dan Liliuran
Walaupun rakyat kecil, tapi kalau senantiasa aktiv

Galeri

Pesantren
Alumni

Ayat Pilihan

Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup serta mendustaka pahala yang terbaik,maka kelak Kami akan menyiapkan baginya yang sukar. (TQS Al-Lail : 3-11)

Alamat Kami

Sektretariat Yayasan Pendidikan Miftahul Falah
Jl. Danau Poso 28 Pejompongan Jakarta Pusat 10210

Lokasi Pesantren Entrepreneur Miftahul Falah
Desa Sukamahi - Kecamatan Sukaresmi - Kabupaten Cianjur - Jawa Barat

Email : 
info@pesantrenpreneur.com